Jumat, 31 Januari 2014

Kutipan - Daftar Pustaka - Abstrak

Hellow ketemu lagi kita J

Pada tulisan saya kali ini saya akan membahas tentang :
-       Kutipan, jenis kutipan, cara membuat kutipan, dan contoh dari kutipan.
-       Pengertian Daftar pustaka, cara membuat daftar pustaka, dan daftar pustaka.
-       Pengertian Abstrak, cara membuat abstrak, dan contoh dari abstrak.
Langsung saja di bahasnya yah…

►KUTIPAN

Kutipan dan fungsinya :

Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik.menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.
mengutip itu berbeda dengan plagiat lohh...plagiat bisa dibilang mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Yang perlu dihindari ialah kutipan yang tuidak mengandung makna apa-apa dalam tulisan anda. Naamun, namanya mengutip, jangan seksekali melakukan kesalahan ketika mengutip. Kalau ternyata terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi tanda’sic’, yakni singkatan dari sicut(latin) yang berarti: memang demikianlah asalnya (tercetak). Atau, sesuai petunjuk dari Depdiknas-PusatBahasa sepertu termuat dalam Buku Pedoman Umum EYD, berikan tanda siku [ ] mengapit kutipan yang ternyata salah itu.

Fungsi kutipan:


1.    Untuk menunjang fakta,konseo, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan(catatan acuan)2.      Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah tyang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara cermat(catatan kaki).
Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran. 
Contoh Daftar Pustaka Dari Internet (Www)
 
Contoh Daftar Pustaka Dari Buku
 

Jenis atau macam kutipan

Pada umumnya kutipan dapat dibedakan mmenjadi 2 macam, yaitu:
1. Kutipan langsung (Direct Quotation) Adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya. 
Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a. untuk mengutip rumus atau model matematika
b. untuk mengutip peraturan-peraturanhukum, surat keputudsan, surat perintah.
c. untuk mengutip peribahasa, puisi, karyadrama, dan kata-kata mutiara.
d. untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.
e. untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah yang jika dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.

Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
 a.kutipan langsung pendek (short direct quotation)
Adalah kutipan langsung yang panjangnya tidak nmelebihi tiga baris ketikan. Kutipan yang demikian dimasukkan dalam teks dengan memberikan tanda petik dyantara bahan yang dikutip. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat diberi titik tiga buah.
b. kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)
adalah kutipan langsung yang panjangnya lebih dari tiga baris ketikkan. Kutipan tersebuut diberi tempat sendiri, dalam alinea baru yang berdiri sendiri, diketik dengan satu spasi, dan lebar jorokkan kedalam dan kalimat pertama adalah tujuh ketukan huruf dari garis tepi yang baru, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai sesudah dua ketukan huruf dari garis tepi kiri, serta tidak ditulis antara tanda petik.

2. Kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase) Adalah kutipan yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikirasn dan bahasa pengutip sendiri. Kutipan ini tidak dituliskkan diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.
Kutipan tidak langsung dibedekkan mennjadi dua, yaitu:
a. kutipsm tidsk lsngsung pendek(short indirect quotation) adalah kutipan tidak langsung yang terdiri darisatu alinea atau kurang.
b. kutipan tidak langsung panjang(long indirect quotation) adalah kutipan tidak langsung yang terdiri lebih dari satu alinea.

Cara membuat kutipan

Cara Penulisan Sumber Kutipan dari Berbagai Sumber. Selain buku, sumber lain yang dapat dikutip adalah:
1.Buku
Cara penulisan:
-jika satu sampai tiga pengarang, nama penulis ditulis sesuai dengan nama pengarang pada buku dan diikuti koma. Jika pengarang lebuh dari tiga pengarang, nam pengarang pertama diikuti singkatan dkk(dan kawan-kawan) atau et.al(et alli)
-judul buku dicetak miring
-judul buku yang diikuti informasi(sub jadul, jilid, edisi);tidak disisipi koma atau titik.
-informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nam kota(diikuti titik dua), penerbit(diikuti koma)dan tahun, setelah kurung tutup diberu koma.
-dapat diikuti kata halaman(disingkat hlm atau h ) dan dapat juga, nomor halaman angka arab dan diakhiri dengan titik.
2..Penerbitan pemerintah, lembaga, organisasi atau badan-badan yang terkemuka.
Cara penulisan:
Nama lembaga, judul penerbitan(diberi garis bawah), data tentang penerbitan(tabggal, bulan, serta tahun diapit tanda kurung), nomor halaman(bisa disingkat hlm. Atau h).
3.Surat kabar
Cara penulisan:
Macam tulisan atau nama pengarang(jika ada), judul berita atau karangan, nama surat kabar, data tentang penerbitan, bagian(jika ada, nomor halaman, kolom(jika ada).
4.Artikel dalam jurnal
Cara penuilisan:
Nama pengarang, juduk artikel(diikuti tanda petik), nama jurnal(dicrtak miring), nomor volume:nomor halaman, (tempat, bulan dan tahun penerbitan), nomor halaman.
5.Terjemahan
Cara penulisan:
Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah(bisa disingkat terj.), (nama kota;penerbit, tahun), nomor halaman.
6.Majalah
Cara penulisan:
Nama pengarang,judul artikel(diapit tanda petik),nama majalah dicetak miring(koma diletakkan sebelum tanda petik terakhir) nomor dan tanggal penerbitan, nomor halaman.
Contoh Kutipan
Contoh kutipan langsung
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)

Contoh kutipan

Contoh kutipan tidak langsung

Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357)

Contoh Kutipan dalam kutipan


‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).

► DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Daftar Pustaka
 


Daftar pustaka adalah semacam rujukan seorang penulis dalam menyusun karyanya. Daftar pustaka dapat kita temukan di makalah, laporan penelitian, skripsi maupun essay. Daftar pustaka penting perananya dalam sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis besar yang tidak memiliki daftar pustaka bisa saja diragukan kebenarannya.


Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
§  Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
§  Ditempatkannya didepan nama kecil
§  Tahun Penerbitan
§  Judul Buku
§  Tempat Penerbitan
§  Nama Penerbit

Cara Membuat Daftar Pustaka

Adapun beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu :
1.       Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2.       Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
3.       Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul.
4.       Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
5.       Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
6.       Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi


Contoh Daftar Pustaka

Secara spesifik, daftar pustaka merupakan bacaan  yang berisi pedoman dan tata cara menulis daftar pustaka yang berbobot. Daftar pustaka bertujuan untuk mengapresiasi atau memberi penghargaan pada suatu karya tulis dari penulis bersangkutan. Contoh daftar pustaka bisa kita lihat seperti dibawah ini :

Nama Belakang, Nama Depan. “Judul” alamat_situs_lengkap (diakses tanggal masukan_tanggal_lengkap)
Jika tidak ada nama penulis, maka format nama belakang dan nama depan dapat dihilangkan
Contoh Daftar Pustaka Dari Email
Nama Belakang, Nama Depan. “Judul” alamat_email_lengkap (diakses tanggal masukan_tanggal_lengkap)
Contoh, Berbagai. “Contoh Daftar Pustaka” admin@berbagaicontoh.com (diakses tanggal 3 Juni 2013)
Nama Belakang, Nama Depan. Tahun Penerbitan. Judul (dicetak dengan huruf miring). Kota Penerbit : Nama Penerbit
Asokawati, Reny. 1998. Bahasa Indonesia dan Kultur Budaya. Malang : PT. Inti Megah Jaya
Bachtiar, Ahmad. 1999. Terampil Menulis Cepat. Jakarta : PT. info Saranamedia
Badriansyah, Fahmi. 1999. Bahasaku Bukan Bahasamu. Medan : CV. Aulia Nusa Media
Departemen Pendidikan & Kebudayaan. 1999. Paket Pendidikan Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Damara, Doni. 1998. Inilah Indonesia dan Bahasa Indonesia. Surabaya : CV. Megah Buana Citra
Deviany, Sinta. 1999. Menulis Bukan Kerikil Tajam. Palembang : PT. Sriwijaya Media Tbk
Deborah, Fany.2000. Materi Bahasa Indonesia Jilid I. Semarang : PT. Gramedia Indonesia
Depdiknas. 2000. Konsep Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Balai Pustaka
Febiola, Maharani. 2000. Intisari bahasa Indonesia Kurikulum I. Jakarta : Balai Pustaka
Feriansyah, Derry. 2000. Bahasa Indonesia Menurut Kacamata Dunia. Jakarta : Prisma Intimedia Pustaka
Harbiansyah, Lutfi. 2001. Aku, Kamu, Dia dan Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Bibit Media Citra
Hardian, Ari. 2001. Memupuk Kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spiritual dalam Pembelajaran Menulis. Bandung:  Tiara Inti wacana
Jefrianto, Bima. 2003. Analisis Dasar Penulisan Bahasa Indonesia. Surakarta : Guna Pustaka
Kusuma, Arianti. 2002. Ketrampilan Mengolah Kata. Medan : PT. Inti Wacana Media
Dalam penulisan daftar pustaka yang harus diperhatikan adalah nama pengarang, tahun terbitan, judul buku dan penerbit harus disusun berurutan secara alphabet. Dan yang menjadi ciri khas daftar pustaka yaitu judul buku biasanya dicetak miring.

► ABSTRAK

Pengertian Abstrak
Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkatdan tepat . abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Cara membuat abstrak
dua konsep utamadalam membuat abstrak adalah :
conciseness dan Significance

Contoh Abstrak
CONTOH ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH

Mamudji, Sri. “Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan.”Majalah Hukum Dan Pembangunan 3 (Juli-September 2004): 194-209.
Berawal dari ketidakpuasan akan proses pengadilan yang memakan waktu relatiF lama, biaya yang mahal, dan rasa ketidakpuasan pihak yang merasa sebagai pihak yang “kalah”, dikembangkan mediasi sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Selain itu, pengembangan mediasi juga didukung oleh berbagai faktor yaitu, (1) cara penyelesaiannya dikenal di berbagai budaya, (2) bersifat non adversial, (3) mengikutsertakan baik pihak yang langsung berkaitan maupun pihak yang tidak langsung berkaitan dengan sengketa dalam perundingan, (4) bertujuan win-win solution. Mediasi adalah negosiasi lanjutan, yaitu perundingan yang dibantu oleh pihak ketiga netral yang keberadaannya dipilih oleh para pihak. Mediator tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Di dalam melakukan perundingan dikenal dua teknik yaitu perundingan yang bertumpu pada posisi dan perundingan yang bertumpu pada kepentingan. Keberhasilan mediasi ditentukan oleh kecakapan mediator, oleh karena itu mediator harus menguasi berbagai keterampilan dan teknik. Agar dapat membantu para pihak menyelesaikan sengketa dan dapat menawarkan alternatif penyelesaian, mediator harus dapat memetakan apa yang menjadi penyebab konflik. Hal ini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap sikap, persepsi, pola interaksi, dan komunikasi yang ditunjukkan para pihak dalam perundingan. Menurut Moore, ada tiga tipe mediator, yaitu, (1) mediator jaringan sosial (social network mediator), (2) mediator otoritatif (authoritative mediator), (3) mediator mandiri (independent mediator). Di Indonesia, penyelesaian sengketa melalui mediasi dikenal tidak hanya dalam masyarakat tradisional tetapi telah diatur dalam berbagai undang-undang, misalnya Undang-undang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-undang Perlindungan Konsumen, Undang-undang tentang Kehutanan,  Undang-undang tentang Perselisihan Hubungan Industrial, Undang-undang tentang Arbitrasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Untuk mediasi di pengadilan, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Peraturan MA tentang Prosedur Mediasi Si Pengadilan.

CONTOH ABSTRAK LAPORAN PENELITIAN/ SKRIPSI/ TESIS/DISERTASI

Pattinama, Tisha Sophy. “ Fungsi Akta Perdamaian Yang Dibuat Oleh Notaris Sebagai Pejabat Umum (Dalam Penyelesaian Perselisihan Jual Beli Telpon Umum Tunggu).” Tesis, Magister, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006, vii + 66 halaman. Biliografi 30 (1980-2006).
Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan data sekunder sebagai sumber datanya. Yang menjadi permasalahan adalah mengapa perjanjian damai yang dibuat notaris merupakan alternatif penyelesaian perselisihan jual beli telpon umum tunggu, dan bagaimana kekuatan hukum akta perjanjian perdamaian terhadap para pihal yang berselisih? Perselisihan jual beli dapat diselesaikan melalui dua cara yaitu melaui pengadilan dan di luar pengadilan. Proses penyelesaian di pengadilan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga proses penyelesaian tidak efektif. Hal ini berbeda dengan penyelesaian di luar pengadilan yang dilakukan secara damai dan sukarela. Dalam penyelesaian segketa jual beli telpon umum tunggu antara PT AC dan PT BS kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan secara damai dan sukarela. Sebagai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah dan mufakat adalah cara yang paling efektif sehingga perjanjian perdamaian yang dibuat oleh notaris menjadi alternatif penyelesaian perselisihan antara PT AC dan PT BS. Akta perdamaian yang dibuat oleh notaris dianggap sebagai akta yang otentik mempunyai kekuatan pembuktian lahiriah, formal dan material, sehingga  mempunyai kekuatan mengikat sama dengan putusan hakim pada tingkat akhir.
 CONTOH ABSTRAK PERATURAN

UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN LN NO. 55 TAHUN 1974 TLN NO. 3041.
ABSTRAK:    
 -  Untuk mewujudkan Pegawai Negeri yang bermental baik, berwibawa, berdaya-guna, bersih, bernutu tinggi, dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas   pemerintahan dan pembangunan perlu adanya suatu undang-undang sebagai landasan pelak-sanaan pembinaan Pegawai Negeri.
-  Dasar hukum undang-undang ini adalah  Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 27, dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.
- Undang-undang ini mengatur tentang pengertian, ketentuan umum, pembinaan Pegawai Negeri Sipil kewajiban, hak, dan pejabat negara, Pembinaan Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indo-nesia, dan ketentuan peralihan.
CATATAN :       -    Undang-undang ini dirubah dengan
Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

SEKIAN :)

Senin, 06 Januari 2014

Aku Juga Wanita

Entah berapa juta-juta kali kata-kata cemoohan dan cibiran itu keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui keadaanya. Bahkan yang paling ekstrim ada yang sampai mengutuk dan memvonisnya sebagai penghuni neraka. Mereka tak sadar siapa mereka. Mereka manusia, bukanlah Tuhan. Sama seperti dia. Tapi inilah kelemahan manusia, selalu merasa diri menjadi paling baik dan paling suci dibanding manusia lainya. Bahkan yang mengutuk bukan hanya dari kalangan yang main-main. Yang paling mengerikan adalah kemarin, ketika acara pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa. Sang penceramah membawa tema tentang kaum Nabi Luth. Tak ayal, semua mata tertuju padanya. Sakit, jelas terasa di hati. Tetapi dia mencoba bersabar. Ini adalah ujian dari Tuhan. Ujian seberapa kuat kah dia dalam perjuangan ini. seberapa layak kah dia menjadi yang sekarang ini. Dan dalam ujian itu, dia berharap Tuhan meluluskanya.
Dia bernama Anisa Septiani. Sebelum operasi lima belas tahun yang lalu, dia bernama Yayan Septiana. Ketika menjadi Yayan, Anisa selalu merasa dirinya dalah wanita. Tak ayal tingkah lakunya pun seperti wanita. Walaupun dari kecil sampai tamat SMA Anisa masih memakai pakaian lelaki, dan rambut dipotong seperti lelaki. Tapi karena kemayu dan tingkah laku seperti perempuan, maka Anisa sering diolok-olok dengan sebutan benc*ng. Sakit, tentu saja. Marah, inginya seperti itu. Tapi Anisa selalu diam memendam rasa sakitnya. Keadaan di dalam keluarganya pun tak jauh berbeda. Kalaupun ada yang mengerti dirinya, itu hanyalah sang Ibu. Dia yang membuat Anisa terus bertahan. Beberapa kali Anisa kedapatan akan bunuh diri. Karena dia merasa tekanan yang luar bisa di luar dan di dalam dirinya sendiri. Tapi untunglah dia masih selamat. Dan itu karena Ibunya. Lain Ibu lain Ayah. Seperti keinginan setiap Ayah terhadap anak laki-lakinya. Ayah Anisa menginginkan anaknya macho, jagoan, pandai main bola. Bahkan Ayahnya Anisa saking geram melihat tingkah laku anaknya, pernah dengan sengaja mengadu Anisa dengan anak tetangganya. Jelas Anisa kalah.
Berbagai cara sang Ayah lakukan untuk bisa merubah Anisa semuanya gugur tanpa hasil. Diikutkan pelatihan bola malah kabur memilih bermain bola bekel bersama anak-anak perempuan di kampung itu. Disuruh ikut mencari rumput buat kambing, malah kabur sembunyi di dapur sambil menghafal resep masakan sayur asem Ibunya yang menurutnya paling juara dan wajib dipelajari. Dibentak malah diam seperti orang kesambet. Dipukul, malah menangis. Serba salah. Hingga suatu saat setelah tamat SMA, dia membuat keputusan besar dalam hidupnya. Ketika semua berkumpul untuk makan malam, Anisa dengan penuh keyakinan dan percaya diri berkata pada semua orang yang ada di situ.
“Sebelumnya Yayan minta maaf pada Ibu, Ayah, De Dadan, De Siska dan De Farhan. Mungkin apa yang akan Yayan katakan pada kalian akan membuat kalian semua kecewa. Sangat kecewa. Yayan sudah besar saat ini, sudah lulus SMA. Yayan bukan lagi anak kecil. Yayan ingin menentukan kehidupan Yayan sendiri di masa depan. Jangan takut jika suatu saat nanti di akhirat Ibu dan Ayah dimintai pertanggung jawaban atas kelakuan Yayan. Yayan akan meminta pada Allah supaya semuanya dilimpahkan pada Yayan sendiri. Yayan sudah fikirkan resiko kedepan yang harus Yayan hadapi. Yayan berjanji gak akan menyusahkan kalian semua. Kalian hidup tenang dan rukun di sini seperti tak terjadi apa-apa. Sebenarnya berat buat Yayan harus mengatakan ini. Apalagi tanggapan Ayah nanti. Membayangkanya pun Yayan gak sanggup. Tapi ini harus. Yayan hendak ke kota. Yayan akan bekerja di sana.” Anisa menarik nafas panjang, kemudian menghembuskanya.
“Kamu mau kerja apa di kota? lulusan SMA hanya bisa jadi tukang sapu dan ngepel. Daripada jauh-jauh Cuma jadi tukang sapu, mending kamu ngurus kambing di sini. Kamu itu anak tertua, Yan. Harus bisa jadi contoh dan panutan! Adik kamu harus sekolah, bukan cuma kamu saja. Jangan jadi egois. Yang hanya mementingkan diri sendiri. Cukup kamu buat Ayah kecewa dengangan sikapmu!” sela Ayahnya.
Anisa menerawang jauh. Menimbang-nimbang lagi apakah dia siap dengan tanggapan keluarganya nanti. Anisa pun memantapkan diri.
“Yayan tidak akan lari dari tanggung jawab. Yayan akan kirim uang untuk keluarga di sini. Yayan tidak bisa pastikan jumlahnya. Tapi Yayan akan pastikan itu rutin tiap bulan. Tolong Ayah mengerti keputusan Yayan. Yayan akan bekerja di.. di salon punya Teh Mei di Bogor!” Anisa menunduk. Takut menantap mereka. Terlebih Ayahnya.
“Astagfirullah Yan. Eling, inget Allah. Kamu mau bikin Ayah kecewa lagi? Cukup dengan tingkah kamu yang seperti perempuan, jangan ditambah aktifitas yang memperparah. Kamu tahu, si Mei itu laki-laki. B*nci. Tidak bisa menerima kodrat diri. Sesukses suksesnya dia, apa dia bisa menikmatinya. Dia sekarang sendiri, Ibunya mati pun dia gak ada di sampingnya. Insyaf Yan… Insyaf! Astagfirullah… salah apa ya Allah, kok punya anak seperti ini…” Sang Ayah mengelus dada. Ingin rasanya menggebrak meja atau melempar apa saja pada Anisa yang ada di seberang meja. Boro-boro menggebrak atau melempar, berdiri saja rasanya gak kuat. Terlalu syok.
“Ayah, terkadang sesuatu yang terlihat hina belum tentu hina. Kita bukan Allah yang bisa melihat semua sisi. Keputusan Yayan sudah bulat, Yayan akan pergi ke kota, lusa. Dijinkan atau tidak, Yayan akan tetap pergi!”. Hening.
“Baik, jika kamu mau pergi ke kota, pergi sana. Jangan nunggu lusa, sekarang juga itu lebih baik. Aku muak melihat muka kamu. Dasar anak durhaka. Bergaul dengan siapa saja yang kamu mau, jadi apa saja yang kamu mau. Memang, kamu itu banci, dan sampai kapan pun akan tetap banci. Jangan pernah pulang jika aku masih hidup. Uhuk… uhuk… pergi!” Sang Ayah berteriak lantang. Membuat suasana hening lagi.
“Sabar Yah… Sabar!” Sang Ibu berusaha menenagkan. Kemudian Anisa pergi ke kamarnya, membereskan semua barang-barangnya. Tak lama kemudian dia keluar bermaksud berpamitan.
“Jangan sentuh salah satu pun orang yang ada di sini. Kamu terlalu najis buat kami!” Anisa pergi meninggalkan rumah dalam tangisan.
Ini adalah tahun ke dua dia bekerja di salon, tapi tidak lagi bersama Mei. Dia pindah setengah tahun lalu kesini, Keraton Salon mereka menjulukinya. Tidak sembarangan orang yang bisa bekerja di sini karena memang pelanggannya pun bukan orang sembarangan. Dari mulai kaum sosialita, artis sampai para istri pejabat sering singgah ke sini. Masalah penghasilan, jangan ditanya, jelas besar. Anisa adalah satu-satunya laki-laki yang bekerja disini. Sang pemilik salon menemukan Anisa ketika di Mall. Waktu itu mereka sama-sama sedang mengunjungi pameran alat-alat kecantikan asal Paris. Hanya butuh waktu sebulan untuk Anisa bisa masuk ke Keraton Salon.
Hidup menjadi setengah pria setengah wanita tidaklah mudah. Cibiran selalu mampir di telinganya tanpa pernah absen. Pandangan orang yang menyebut dirinya g*y membuat hatinya begitu sakit. Pernah suatu ketika ada seorang Om om pengusaha menghampirinya, menyatakan cinta padanya.
Dengan tegas Anisa berucap “Saya tidak seperti apa yang Om lihat. Munghin semua orang akan sependapat mengatakan saya G*y dengan kondisi seperti ini. tapi sungguh Saya bukan G*y. Jika Om memang mencintai Saya, Om akan mengerti. Dan tunggulah sampai saya bisa menjadi wanita seutuhnya!”
Memang kini setelah penghasilanya tinggi, Anisa berniat operasi kel*min. Dia ingin menyempurnakan dirinya. Sempurna dalam dan luarnya sebagai wanita seutuhnya. Sang Om om tertawa terbahak. Dia geleng-geleng kepala. Seraya mengejek “Kamu itu laki-laki, sayang. Ganti kel*min pun kamu tetap laki-laki. Sudahlah terima cinta Om, apa bedanya sekarang ataupun nanti. Ujung-ujungnya kamu juga dit*duri!”
Dengan santai Anisa menjawab “Saya hanya ingin hubungan saya sah. Dengan pria manapun nantinya. Oh ya, kalau memang Om sudah tidak ada perlu lagi, Anisa mau pulang!” tanpa menungu persetujuan si Om, Anisa pergi.
Waktu terus bergulir, siang dan malam silih berganti dengan teraturnya. Tetapi tak ada yang berubah dari senja. Baik dulu maupun sekarang tetaplah sama. Mungkin sampai nanti pun akan sama. Kini menginjak tahun ke lima, Anisa telah mendapat posisi yang penting di Keraton Salon. Dia menjadi Manager di Keraton Salon cabang di daerah Lippo Karawachi. Di bawah kepemimpinanya, Keranton Salon cabang Lippo Karawachi berkembang pesat. Omzet perbulanya jauh melampaui target. Dan ini adalah bulan ke enam dari masa kepemimpinannya. Tahun ini akan menjadi tahun paling bersejarah dalam hidupnya. Tahun yang paling dinanti-nanti. Dia akan pergi ke Bangkok untuk melakukan operasi kel*min dan sedikit mengubah bentuk tubuhnya. Sekedar info, tanpa dipermak pun dia sudah terlihat cantik. Apalagi dioperasi.
Daun-daun terus berguguran, tunas baru pun bermunculan. Mengganti warna kuning kecoklatan dengan warna hijau muda. Bunga-bunga di taman bermekaran. Ulat yang kemarin masih kepompong kini telah berubah anggun menjadi kupu-kupu. Menari-nari lincah di antara bunga-bunga. Kini hari H keberangkatanya ke Bangkok semakin dekat. Tinggal tujuh hari lagi. Sebelum operasi, ia berniat mengunjungi keluarganya yang telah lama ia tinggalkan. Meminta restu kepada kedua orangtuanya. Sebenarnya ia takut, tapi rindu mengalahkanya. “Lagipula mungkin Ayah telah memaafkanku. Bukankah Singapun tidak akan memakan anaknya?” batinnya berusaha memotivasi diri. Dan akhirnya dia pun berangkat menuju kampung tercinta. Dia bersyukur pernah hidup disana. Walaupun seringnya dulu ia dicaci. Paling tidak, melalui cacian itu dia mengetahui siapa jati dirinya itu.
Tok… Tok… “Assalamualaikum!!!” Anisa mengucap salam.
“Waalaikumsalam!!!” seorang remaja yang seumuran anak SMA membukakan pintu.
“Dadan? Ini Dadan?” Anisa pangling melihat adik laki-lakinya itu. Dadan tumbuh menjadi remaja tampan. Gestur tubuhnya pun tak seperti dirinya. Jelas lah, Dadan laki-laki. Sementara ia, sebentar lagi akan menjadi wanita.
“Ia, Saya Dadan. Maaf, kalau boleh tahu Mba siapa ya? Ada perlu apa?” dalam keheranannya Dadan bertanya. Dia memperhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki orang yang ada di depanya. Dadan mengerenyitkan keningnya. Sekilas dadan melihat tahi lalat di hidung sebelah kiri orang yang mengetuk pintu, membuatmya teringat akan sosok seseorang. Tapi Dadan enggan menyimpulkan.
“Ini Yayan Dan, kamu sudah besar ya! Tinggi, macho, cakep. Pasti banyak ceweknya!” Anisa menggoda adiknya.
“A Ya… Ya… Yan! Bener ini A Yayan?” dia sanksi. Setahu dia, terakhir kali Kakaknya pergi masih dalam keadaan laki-laki. Tapi kok… apakah kota menyihirnya menjadi seperti ini? ah, Dadan pusing, dia menghambur memeluk Kakaknya.
“Ini memang A Yayan Dan!” Anisa berbicara.
“Dadan kangen, A Yayan kemana aja! Sekarang A Yayan cantik. Rambutnya panjang!” Dadan tertawa.
“Btw, gak dipersilahkan masuk nih?”
“Oh, lupa. Silahkan masuk A. Lagian kalau mau masuk, ya masuk aja. Ini kan rumah Aa juga.”
Anisa mengusap bulir bening di pelupuk matanya. Bulir yang tercipta dari perasan rasa rindu.
“Dan, ngomong-ngomong penghuni rumah pada kemana? Sepi banget!” Anisa celingak celinguk.
“Oh, ya. Aa kesini hendak minta restu sama Ayah dan Ibu. Aa mau operasi kel*min. Aa tahu, kamu pasti kaget. Aa juga gak ngelarang kamu untuk benci sama Aa. Tapi asal kamu tahu, Aa akan selalu sayang sama kalian. Hampir lupa, perkenalkan nama baru Aa. Anisa Septiani. Kamu bisa panggi Teteh atau panggil nama juga aku gak keberatan!” terlihat Anisa berusaha tegar.
Dadan menunduk, dia bingung harus berkata apa. Harus memulai dari mana. Setelah kepergian kakaknya, kehidupan keluarganya runyam. Ibu meninggal dua tahun setelah kepergian kakaknya. Ayahnya menyusul setahun kemudian. Kini Dadan lah tulang punggung keluarga. Dia yang menghidupi adik-adiknya.
“T… Teh, ikut aku ke suatu tempat yuk!” Dadan masih canggung memanggil kakaknya dengan sebutan Teteh. Walau bagaimana pun kakaknya kan masih laki-laki.
“Kemana?”
“Teteh ingin tahu Ayah sama Ibu di mana kan? Makanya ayo ikut!” Dadan berdiri. Menarik tangan kakaknya. Anisa bingung, tapi dia membiarkan dirinya dituntun sang adik. Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalanya. Tapi tak ada satu pun yang ia keluarkan. Ia lebih menunggu misteri terungkap sendiri. Setidaknya ada waktu untuk mempersiapkan mental kalau-kalau sesuatu yang tidak ia harapkan terjadi.
Anisa bingung ketika dia sadar kemana ia dibawa. Pemakaman. Apa maksudnya. Mereka berhenti di sebuah batu nisan. Lilis Suryani Binti Karma. Lalu dia melihat ke nisan di samping nisan yang tadi, Ilyas Abdullah bin Sumarna. Lututnya lemas. Anisa ambruk. Lidahnya kelu. Cukup air mata yang mewakili perasaanya kini.
“Ibu meninggal karena Demam Berdarah tiga tahun lalu. Sementara Ayah meninggal karena serangan jantung setahun setelah kepergian Ibu!” Dadan mencoba menceritakan apa yang selama ini terjadi.
“Kenapa tak ada yang memberi tahuku, kalian menganggap apa aku ini. Aku tahu aku salah. Tapi… kalian semua tega!” Anisa menangis semakin menjadi.
“Bukan kami ingin menyembunyikan, tapi Teteh tahu sendiri bagaimana kerasnya Ayah!”
“Aku sudah menjadi anak durhaka. Mereka pergi tanpa memberi kesempatan buatku untuk meminta maaf!”
“Tidak, mereka pergi dalam ketenangan. Sebelum Ayah meninggal, Ayah berpesan. Beliau minta maaf karena selama ini terlalu keras mendidik Teteh. Ayah juga bilang, kini Ayah sudah menerima jadi apapun Teteh nantinya. Makanya tadi pas Teteh bilang mau operasi kel*min aku tidak kaget. Karena aku, Ayah, Ibu dan adik-adik telah siap dengan kemungkinan itu. Jika toh Teteh mau operasi, operasilah!” Ada rasa haru dalam diri Anisa. Terlebih ketika mendengar wasiat dari Ayahnya.
Akhirnya setelah hari menua, mereka pun pulang. Di rumah mereka disambut oleh adik-adiknya.
“A Dadan, itu pacarnya ya?” Siska yang tak tahu siapa wanita di samping kakaknya akhirnya bertanya. Dengan senyuman, Dadan menjawab “Kenalin, ini Teh Anisa, kakak kita!” Farhan mengerutkan kening “Sejak kapan kita punya kakak cewek?” Tanya Farhan. “Calon Kakak ipar mungkin maksudnya!” sela Siska. “Bukan, ini kakak kandung kita. Dulu dia bernama A Yayan Septiana!” Siska dan Farhan saling bertatapan. Mereka tak mengerti apa maksudnya. “Gini lo adik-adiku, A Yayan kini sudah menjadi wanita!” Anisa menjelaskan. Tapi Farhan dan Siska belum mengerti juga. Akhirnya, Anisa menceritakan kehidupanya selama lima tahun ini dan niatnya untuk pergi ke Bangkok. Dan ketiga adiknya pun setuju. Sebelum ke Bangkok, Anisa membawa adik-adiknya ke Karawachi. Mereka dititipkan pada teman Anisa untuk diurus masalah sekolah dan kehidupan mereka selama Anisa ke Bangkok.
Inilah Bangkok, Ibu Kota Negara yang berjuluk Gajah Putih itu. Thailand bukan hanya terkenal sebagai negara dengan tempat wisata pantai yang indah. Di balik kemegahan pagoda pagoda yang bertemabar. Ada sisi lain yang tak bisa dipungkiri dan disangkal dari Thailand. Yakni para Lady Boy nya. Ya, Thailand surganya G*y di Asia Tenggara. Itu menurut pendapat pribadi sih. Hehehe. Ada satu hal yang unik di sini. Kalian akan sangat sulit membedakan mana laki-laki yang menjadi perempuan dan perempuan asli. Jika di Koerea selatan hal itu terjadi karena operasi plastik. Maka di Negara Thailand terjadi karena operasi kel*min. Banyak para turis yang sengaja kesini untuk melakukan operasi. Menurut survei, orang yang melakukan operasi selalu meningkat tiap tahunya. Salah satu Rumah Sakit yang paling terkenal dalam hal operasi kel*min adalah Rumah Sakit Yan Hee. Dan Rumah Sakit inilah yang menjadi tujuan utama Anisa datang kemari. Tentunya bukan tanpa alasan. Jauh sebelumnya, Anisa telah mengumpulkan banyak informasi mengenai operasi kel*min. Tentang biaya, tempat, keaamanan, dll. Dari mulai berselancar di Mbah Google, bertanya-tanya pada kawan, sampai konsultasi pada Tour Guide. Rencana, Anisa akan ke Bangkok untuk operasi kel*min plus istirahat pasca operasi selama satu bulan. Kemudian setelah itu ia akan ke Korea selatan untuk operasi plastik bagian-bagian tubuh yang memang perlu. Semua dia lakukan demi bisa menjadi Wanita.